Sabtu, 03 Desember 2016

Tujuan Filsafat Pendidikan

Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik potensi fisik potensi cipta, rasa, maupun karsanya, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Dasar pendidikan adalah cita-cita kemanusiaan universal. Pendidikan bertujuan menyiapkan pribadi dalam keseimbangan, kesatuan. organis, harmonis, dinamis. guna mencapai tujuan hidup kemanusiaan. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan.
Secara umum tujuan pendidikan dapat dikatakan dapat membawa anak kearah tingkat kedewasaan. Artinya membawa anak didik agar dapat berdiri sendiri (mandiri) dalam hidupnya ditengah-tengah masyarakat. Ada empat macam tujuan pendidikan yang tingkatan dan luasnya berlainan yaitu tujuan pendidikan nasional, tujuan institusional dan tujuan kurikuler.
a.       Tujuan Pendidikan Nasional
Yaitu membangun kualitas yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Masa Esa dan selalu dapat meningkatkan kebudayaan dengan-Nya sebagai warga negara yang berjiwa pancasila yang mempunyai semangat dan kesadaran yang tinggi, berbudi pekerti luhur dan berkepribadian yang kuat, cerdas, terampil dan dapat mengembangkan dan menyuburkan tingkat demokrasi, dapat memelihara hubungan yang baik antara sesama manusia dan dengan lingkungannya, sehat jasmani, mampu mengembangkan daya estetika, sanggup membangun diri dan masyarakat.
b.      Tujuan Intitusional
Adalah perumusan secara umum pola perilaku dan pola kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan suatu lembaga pendidikan.
c.       Tujuan Kurikuler
Tujuan Kurikuler yaitu untuk mencapai pola perilaku dan pola kemampuan serta keterampilan yang harus dimiliki oleh lulusan suatu lembaga, yang sebenarnya merupakan tujuan intitusional dari oleh bagan pendidikan tersebut.
d.      Tujuan Intruksional
Adalah rumusan secara terperinci apa saja yang harus dikuasai oleh siswa dan anak didik sesudah melewati kegiatan intruksional yang bersangkutan dengan berhasil.
Tujuan filsafat pendidikan yang lainnya yaitu:
1.      Dengan berfikir filsafat seseorang bisa menjadi manusia, lebih mendidik dan membangun diri sendiri.
2.      Seseorang dapat menjadi orang yang dapat berfikir sendiri.
3.      Memberikan dasar-dasar pengetahuan, memberikan pandangna yang sintesis pula sehingga seluruh pengetahuan merupakan satu kesatuan.
4.      Hidup seseorang tersebut dipimpin oleh pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang tersebut. Sebab itu mengetahuai pengetahuan-pengetahuan terdasar berarti mengetahui dasar-dasar hidup diri sendiri.
5.      Bagi seorang pendidik filsafat mempunyai kepentingan istimewa karena filsafatlah yang memberikan dasar-dasar dari ilmu-ilmu pengetahuan lainnya yang mengenai manusia seperti misalnya ilmu mendidik
Tujuan filsafat pendidikan juga dapat dilihat dari beberapa aliran filsafat pendidikan yang dapat mengembangkan pendidikan itu sendiri yaitu :
1.      Idealisme                     4.    Humanisme
2.      Realisme                     5.    Behaviorisme
3.      Pragmatisme               6.    Konstruktivisme


Ruang Lingkup Filsafat Pendidikan

Menurut Jalaludin & Idi (2007: 24) secara mikro yang menjadi ruang lingkup filsafat pendidikan meliputi:
  1. Merumuskan secara tegas sifat hakikat pendidikan (the nature of education); 
  2. Merumuskan sifat hakikat manusia, sebagai subjek dan objek pendidikan (the nature of man);
  3. Merumuskan secara tegas hubungan antara filsafat, filsafat pendidikan, agama dan kebudayaan;
  4. Merumuskan hubungan antara filsafat, filsafat pendidikan, dan teori pendidikan;
  5. Merumuskan hubungan antara filsafat negara (ideologi), filsafat pendidikan dan politik pendidikan (sistem pendidik­an);
  6. Merumuskan sistem nilai, norma atau isi moral pendidik­an yang merupakan tujuan pendidikan.
Dengan demikian, dari uraian di atas diperoleh suatu kesim­pulan bahwa yang menjadi ruang lingkup filsafat pendidikan  itu ialah semua aspek yang berhubungan dengan upaya manusiauntuk mengerti dan memahami hakikat pendidikan itu sendiri,yang berhubungan dengan bagaimana pelaksanaan pendidikanyang baik dan bagaimana tujuan pendidikan itu dapat dicapaiseperti yang dicita-citakan. 
Filsafat merupakan sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara kritis atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat kita junjung tinggi. Adapun menurut pendapat para ahli tentang ruang lingkup filsafat:
  1.  Tentang hal mengerti, syarat-syaratnya dan metode-metodenya.
  2. Tentang ada dan tidak ada.
  3. Tentang alam, dunia dan seisinya.
  4. Menentukan apa yang baik dan apa yang buruk.
  5. Hakikat manusia dan hubungannya dengan sesama makhluk lainnya.
  6. Tuhan tidak dikecualikan.
Adapun ruang lingkup filsafat adalah segala sesuatu lapangan pikiran manusia yang amat luat. Segala sesuatu yang mungkin ada dan benar, benar ada (nyata), baik material konkrit maupuan nonmaterial abstrak (tidak terlihat). Jadi obyek filsafat itu tidak terbatas. Objek pemikiran filsafat yaitu dalam ruang lingkup yang menjangkau permasalahan kehidupan mausia, alam semesta dan alam sekitarnya adalah juga objek pemikiran filsafat pendidikan.


Aliran Filsafat Pendidikan

Dalam filsafat pendidikan dikenal beberapa aliran, antara lain Progresivisme, Esensialisme, Perenialisme dan Rekonstruksionisme.
1.      Aliran Progresivisme
Progresivisme adalah suatu gerakan dan perkumpulan yang didirikan pada tahun 1918. Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang. Pendidikan harus berpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan.
Progresivisme mempunyai konsep yang didasari oleh pengetahuan dan kepercayaan bahwa manusia itu mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi dan mengatasi masalah-masalah yang bersifat menekan mengancam adanya manusia itu sendiri (Barnadib, 1994:28). Oleh karena kemajuan atau progres ini menjadi suatu statemen progresivisme, maka beberapa ilmu pengetahuan yang mampu menumbuhkan kemajuan dipandang merupakan bagian utama dari kebudayaan yang meliputi ilmu-ilmu hayat, antropologi, psikologi, dan ilmu alam.
Progresivisme berpendapat tidak ada teori realita yang umum. Pengalaman menurut progresivisme bersifat dinamis dan temporal;menyala. Tidak pernah sampai pada yang paling eksterm, serta pluralistis. Menurut progresivisme, nilai berkembang terus karena adanya pengalaman-pengalaman baru antara individu dengan nilai yang telah disimpan dalam kebudayaan. Belajar berfungsi untuk mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang eksperimental, yaitu kurikulum yang setiap waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Progresivisme merupkan pendidikan yang berpusat pada siswa dan memberi penekanan lebih besar pada kreativitas, aktivitas, belajar “naturalistik”, hasil belajar “dunia nyata”, dan juga pengalaman teman sebaya.
Tokoh-tokoh Aliran Progresivisme:
William James (1842-1910)
James berkeyakinan bahwa otak atau pikiran, seperti juga aspek dari eksistensi organik, harus mempunyai fungsi biologis dan nilai kelanjutan hidup. Dan dia menegaskan agar fungsi otak atau fikiran itu dipelajari sebagai bagian dari mata pelajaran pokok dari ilmu pengetahuan alam. Jadi James menolong untuk membebaskan ilmu jiwa prakonsepsi teologis, dan menempatkannya da atas dasar ilmu prilaku.
John Dewey (1859-1952)
Teori Dewey tentang sekolah adalah progresivisme yang lebih menekankan kepada anak didik dan minatnya dari pada mata pelajarannya sendiri. Maka muncullah “Cild Centered Curiculum”, dan “Cild Centered School”. Progresivisme mempersiapkan anak masa kini dibanding masa depan yang belum jelas.
Hans Vaihinger (1852-1933)
Hans Vaihinger menurutnya tahu itu hanya mempunyai arti praktis. Persesuaian dengan objeknya mungkin dibuktikan, satu-satunya ukuran bagi berpikir ialah gunanya untuk mempengaruhi kejadian-kejadian didunia.
Pandangan Progresivisme dan Penerapannya di Bidang Pendidikan
Anak didik diberikan kebebasan secara fisik maupun cara berpikir, guna mengembangkan bakat dan kemampuan yang terpendam dalam dirinya. Tanpa terhambat oleh rintangan yang dibuat oleh orang lain. Oleh karena itu aliran filsafat progresivisme tidak menyetujui pendidikan yang otoriter. Sebab, pendidikan otoriter akan mematikan tunas-tunas para pelajar untuk hidup sebagai pribadi-pribadi yang gembira menghadapi pelajaran. Dan sekaligus mematikan daya kreasi baik secara fisik maupun psikis anak didik.
Filsafat progresivisme menghendaki jenis kurikulum yang bersifat luwes (fleksibel) dan terbuka. Jadi kurikulum itu bisa diubah dan dibentuk sesuai dengan zamannya. Sifat kurikulumnya adalah kurikulum yang dapat direvisi dan jenisnya yang memadai, yaitu yang bersifat eksperimental atau tipe Core Curriculum. Kurikulum
Dipusatkan pada pengalaman atau kurikulum eksperimental didasarkan atas manusia dalam hidupnya selalu berinteraksi didalam lingkungan yang komplek. Progresivisme tidak menghendaki adanya mata pelajaran yang diberikan terpisah, melainkan harus terintegrasi dalam unit. Dengan adanya mata pelajaran yang terintegrasi dalam unit, diharapkan anak dapat berkembang secara fisik mauopun psikis dan dapat menjangkau aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor.
2.      Aliran Esensialisme
Filsafat Esensialisme adalah pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak awak peradaban umat manusia. Esensialisme memandang bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasan dan tahan lama yang memberikan kestabilan dan nilai-nilai terpilih yang mempunyai tata yang jelas.
Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa prinsp-prinsip Esensialisme adalah:
Esesialisme berakar pada ungkapn realisme objektif dan idealisme objektif  yang modern, yaitu alam semesta diatur oleh hokum alam sehingga tugas manusia memahami hukum alam adalah dalam rangka penyesuaian diri dan pengelolaannya.
Sasaran pendidikan adalah mengenalkan siswa pada karakter alam dan warisan budaya. Pendidikan harus dibangun atas nilai-nilai yang kukuh, tetap dan stabil. Nilai kebenaran bersifat korespondensi, berhubungan antara gagasan fakta secara objektif. Bersifat konservatif (pelestarian budaya) dengan merfleksikan humanisme klasik yang berkembang pada zaman renaissance.
3.      Aliran Perenialisme
Di zaman kehidupan modern ini banyak menimbulkan krisis diberbagai bidang kehidupan manusia, terutama dalam bidang pendidikan. Untuk mengembalikan keadaan krisis ini, maka perenialisme memberikan jalan keluar yaitu berupa kembali kepada kebudayaan masa lampau yang dianggap cukup ideal dan teruji ketangguhannya. Untuk itulah pendidikan harus lebih banyak mengarahkan pusat perhatiannya kepada kebudayaan ideal yang telah teruji dan tangguh.
Jelaslah bila dikatakan bahwa pendidikan yang ada sekarang ini perlu kembali kepada masa lampau, karena dengan mengembalikan keadaan masa lampau ini,kebudayaan yang dianggap krisis ini dapat teratasi melalui perenialisme karena ia dapat mengarahkan pusat perhatiannya pada pendidikan zaman dahulu dengan sekarang. Perenialisme memandang pendidikan sebagai jalan kembali atau proses mengembalikan keadaan sekarang. Perenialisme memberikan sumbangan yang berpengaruh baik teori maupun peraktek bagi kebudayaan dan pendidikan zaman sekarang.
Dari pendapat ini sangatlah tepat jika dikatakan bahwa perenialisme memandang pendidikan itu sebagai jalan kembali yaitu sebagai suatu proses mengembalikan kebudayaan sekarang (zaman modern) ini terutama pendidikan zaman sekarang ini perlu dikembalikan ke masa lampau .
Perenialisme merupakan aliran filsafat yang susunannya mempunyai kesatuan, dimana susunannya itu merupakan hasil pikiran yang memberikan kemungkinan bagi seseorang untuk bersikap tegas dan lurus. Karena itulah perenialisme berpendapat bahwa mencari dan menemukan arah tujuan yang jelas merupakan tugas yang utama dari filsafat khususnya filsafat pendidikan.
Setelah perenialisme menjadi terdesak karena perkembangan politik industri yang cukup berat timbullah usaha untuk bangkit kembali, dan perenialisme berharap agar manusia kini dapat memahami ide dan cita filsafatnya yang menganggap filsafat sebagai suatu azas yang komprehensif perenialisme dalam makna filsafat sebagai satu pandangan hidup yang berdasarkan pada sumber kebudayaan dan hasil-hasilnya.
Tokoh-Tokoh Aliran Perealisme:
Aristoteles
Filsafat perenialisme terkenal dengan bahasa latinnya Philosofhia Perenis. Pendiri utama dari aliran filsafat ini adalah Aristoteles sendiri, kemudian didukung dan dilanjutkan St. Thomas Aquinas sebagai pemburu dan reformer utama dalam abad ke-13.
Perenialisme memandang bahwa kepercayaan-kepercayaan aksiomatis zaman kuno dan abad pertengahan perlu dijadikan dasar penyusunan konsep filsafat dan pendidikan zaman sekarang. Sikap ini bukanlah nostalgia ( rindu akan hal-hal yang sudah lampau semata-mata ) tetapi telah berdasarkan keyakinan bahwa kepercayaan-kepercayaan tersebut berguna bagi abad sekarang. Jika sikap untuk kembali kemasa lampau itu merupakan konsep bagi perenialisme dimana pendidikan yang ada sekarang ini perlu kembali kemasa lampau dengan berdasarkan keyakinan bahwa kepercayaan itu berguna bagi abad sekarang ini.
Pandangan Perealisme dan Penerapanya di Bidang Pendidikan
Ilmu pengetahuan merupakan filsafat yang tertinggi menurut perenialisme, karena dengan ilmu pengetahuanlah seseorang dapat berpikir secara induktif yang bersifat analisa. Jadi dengan berpikir maka kebenaran itu akan dapat dihasilkan melalui akal pikiran. Menurut epistimologi thomisme sebagian besarnya berpusat pada pengolahan tenaga logika pada pikiran manusia. Apabila pikiran itu bermula dalam keadaan potensialitas, maka dia dapat dipergunakan untuk menampilkan tenaganya secara penuh.
Jadi epistimologi dari perenialisme, harus memiliki pengetahuan tentang pengertian dari kebenaran yang sesuai dengan realita hakiki, yang dibuktikan dengan kebenaran yang ada pada diri sendiri dengan menggunakan tenaga pada logika melalui hukum berpikir metode deduksi, yang merupakan metode filsafat yang menghasilkan kebenaran hakiki.
Dengan pengetahuan, bahan penerangan yang cukup, orang akan mampu mengenal faktor-faktor dengan pertautannya masing-masing memahami problema yang perlu diselesaikan dan berusaha untuk mengadakan penyelesaian masalahnya. Dengan demikian ia telah mampu mengembangkan suatu paham.
Anak didik yang diharapkan menurut perenialisme adalah mampu mengenal dan mengembangkan karya-karya yang menjadi landasan pengembangan disiplin mental. Karya-karya ini merupakan buah pikiran tokoh-tokoh besar dimasa lampau. Berbagai buah pikiran mereka yang oleh zaman telah dicatat menonjol dalam bidang-bidang seperti bahasa dan sastra, sejarah, filsafat, politik, ekonomi, matematika, ilmu pengetahuan alam dan lain-lainnya, telah banyak yang mampu memberikan ilmunisasi zaman yang sudah lampau.
Dengan mengetahui tulisan yang berupa pikiran dari para ahli yang terkenal tersebut, yang sesuai dengan bidangnya maka anak didik akan mempunyai dua keuntungan yakni :
1)      Anak akan mengetahui apa yang terjadi pada masa lampau yang telah dipikirkan oleh orang-orang besar.
2)      Mereka telah memikirkan peristiwa-peristiwa dan karya-karya tokoh tersebut untuk diri sendiri dan sebagai bahan pertimbangan ( reverensi ) zaman sekarang.
Jelaslah bahwa dengan mengetahui dan mengembangkan karya-karya buah pikiran para ahli tersebut pada masa lampau, maka anak-anak didik dapat mengetahui bagaimana pemikiran para ahli tersebut pada masa lampau, maka anak-anak didik dapat mengetahui bagaimana peristiwa pada masa lampau tersebut sehingga dapat berguna bagi mereka sendiri, dan sebagai bahan pertimbangan pemikiran mereka pada zaman sekarang ini. Hal inilah yang sesuai dengan aliran filsafat perenialisme tersebut.
Tugas utama pendidikan adalah mempersiapkan anak didik kearah kemasakan. Masak dalam arti hidup akalnya. Jadi akal inilah yang perlu mendapat tuntunan ke arah kemasakan tersebut. Sekolah rendah memberiakn pendidikan dan pengetahuan serba dasar. Dengan pengetahuan yang tradisional seperti membaca, menulis dan berhitung anak didik memperoleh dasar penting bagi pengetahuan-pengetahuan yang lain.
Sekolah sebagai tempat utama dalam pendidikan yang mempersiapkan anak didik ke arah kemasakan melalui akalnya dengan memberikan pengetahuan. Sedangkan sebagai tugas utama dalam pendidikan adalah guru-guru, di mana tugas pendidikanlah yang memberikan pendidikan dan pengajaran ( pengetahuan ) kepada anak didik. Faktor keberhasilan anak dalam akalnya sangat tergantung kepada guru, dalam arti orang yang telah mendidik dan mengajarkan.
4.      Aliran Rekonstruksionisme
Kata rekonstruksionisme dalam bahasa Inggris reconstruct yang berarti menyusun kembali. Dalam konteks filsafat pendidikan , aliran rekonstruksionisme adalah suatu aliran yang berusaha merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang bercorak modern. Aliran rekonstruksionisme, pada prinsipnya, sepaham dengan aliran perenialisme, yaitu hendak menyatakan krisis kebudayaan modern. Kedua aliran tersebut, memandang bahwa keadaan sekarang merupakan zaman yang mempunyai kebudayaan yang terganggu oleh kehancuran, kebingungan dan kesimpangsiuran.
Walaupun demikian, prinsip yang dimiliki oleh aliran rekonstruksionisme tidaklah sama dengan prinsip yang dipegang oleh aliran perenialisme. Keduanya memepunyai visi dan cara yang berbeda dalam pemecahan yang akan ditempuh untuk mengembalikan kebudayaan yang serasi dalam kehidupan. Aliran perenialisme memilih cara tersendari, yakni dengan kembali ke alam kebudayaan lama atau di kenal dangan regressive road culture yang mereka anggap paling ideal. Sedangkan itu aliran rekonsruksinisme menempuhnya dengan jalan berupaya membina suatu konsensus yang paling luas dan mengenai tujuan pokok dan tertinggi dalam kehidupan umat manusia.
Untuk mencapai tujuan tersebut, rekonstruksionisme berupaya mencari kesepakatan antar sesama manusia, yakni agar dapat mengatur tata kehidupan manusia dalam suatu tatanan dan seluruh lingkungannya. Maka, proses dan lembaga pendidikan dalam pandangan rekonstruksionisme perlu merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang baru, untuk mencapai tujuan utama tersebut memerlukan kerjasama antar umat manusia.
Tokoh-Tokoh Rekonstruksionisme:
Rekonstruksionisme dipelopori oleh George Count dan Harold Rugg pada tahun 1930, ingin membangun masyarakat baru, masyarakat yang pantas dan adil. Beberapa tokoh dalam aliran ini : Caroline Pratt, Geaoge Count, Harold Rugg.
Tempat Asal Aliran Rekonstruksionisme
Rekonstruksionisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme. Gerakan ini lahir didasarkan atas suatu anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada sekarang.


Pengertian Filsafat Pendidikan Oleh Para Ahli

Secara umum pengertian filsafat pendidikan bisa diartikan salah satu cabang filsafat yang ruang lingkupnya terfokus dalam bidang pendidikan.
Berikut ini, beberapa pengertian filsafat pendidikan menurut para ahli:
Menurut Al-Syaibany (1797: 36), filsafat pendidikan adalah aktivitas pikiran yang teratur yang menjadikan filsafat sebagai jalan untuk mengatur, menyelaraskan dan memadukan proses pendidikan. Artinya, filsafat pendidikan dapat menjelasakan nilai-nilai yang maklumat-maklumat yang diupayakan untuk mencapainya.  Dalam hal ini, filsafat, filsafat pendidikan, dan pengalaman kemanusiaan merupakan faktor yang integral. Filsafat pendidikan juga bisa didefinisikan sebagai kaidah filosofi dalam bidang pendidikan yang menggambarkan aspek-aspek pelaksanaan falsafah umum dan menitikberatkan pada pelaksanaan prinsip-prinsip dan kepercayaan yang menjadi dasar dari filsafat umum dalam upaya memecahkan persoalan-persoalan pendidikan secara praktis.
Menurut Jhon Dewey, filsafat pendidikan merupakan suatu pembentukan kemampuan dasar yang fundamental, baik yang menyangkut daya fikir (intelektual) maupun daya perasaan (emosional), menuju tabiat manusia. Maka filsafat juga dapat diartikan sebagai teori umum pendidikan (Democracy and Educat ion, p. 383)
Menurut Thompson, filsafat artinya melihat suatu masalah secara total dengan tanpa ada batasan atau implikasinya; ia tidak hanya melihat tujuan, metode atau alat-alatnya, tetapi juga meneliti dengan seksama hal-hal yang dimaksud. Keseluruhan pikiran yang dimaksud oleh filosof tersebut merupakan suatu upaya untuk menemukan hakikat masalah, sedangkan suatu hakikat itu dapat dibakukan melalui proses kompromi (Arifin, 1993: 2).
Menurut Imam Barnadib (1993: 3), filsafat pendidikan merupakan ilmu yang pda hakikatnya merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam bidang pendidikan. Baginya filsafat pendidikan merupakan aplikasi suatu analisis filosofis terhadap bidang pendidikan.
Menurut seorang ahli filsafat Amerika, Brubachen (Arifin. 1993: 3), filsafat pendidikan adalah seperti menaruh sebuah kereta didepan seekor kuda, dan filsafat dipandang sebagai bungan, bukan sebagai akar tunggal pendidikan. Filsafat pendidikan itu berdiri secara bebas dengan memperoleh keuntungan karena punya kaitan dengan filsafat umum. Kendati kaitan ini tidak penting, tapi yang terjadi ialah suatu keterpaduan antara pandangan filosofi dengan filsafat pendidikan, karena filsafat sering diartikan sebagai teori pendidikan dalam segala tahap.
Menurut Muhammad Labib al-Najihi, filsafat pendidikan adalah suatu aktivitas yang teratur yang menjadikan filsafat itu sebagai jalan mengatur, menyelaraskan dan memadukan proses pendidikan.
Kilpatrik dalam Buku Philosophy of Education menyebutkan "Philisophizing and education are, then, but two stages of the same endeavo; Philisophizing to think out better values and idealism, education to realize these in life, in human personality. Education acting out of the best direction philosophizing in can give, tries and beginning primarly wit h the young, to lead people to build critrised values to their characters, and in this way to get the highest ideals of philosophy progressively embodied in their lives." Berfilsafat dan mendidik adalah dua fase dalam satu usaha. Berfilsafat adalah memikirkan dan mempert imbangkan nilai-nilai dan cita-cita yang lebih baik, sedangkan mendidik ialah usaha merealisasi nilai-nilai dan cita-cita itu didalam kehidupan dan dalam kepribadian manusia. Mendidik ialah mewujudkan nilai-nilai yang disumbangkan filsafat, dimulai dengan generasi muda, untuk membimbing rakyat membina nilai-nilai di dalam kepribadian mereka, dan melembagakannya dalam kehidupan mereka.
Prof. Brameld berkata tentang pengertian filsafat pendidikan “That is, we should bring philosophy to bear upon the problems of education as effiently…” Kita harus membawa filsafat guna mengatasi persoalan-persoalan pendidikan secara efisien, jelas, dan sistematis sedapat mungkin.
Van Cleve Morris menyatakan “Secara ringkas kita mengatakan bahwa pendidikan adalah studi filosofis, karena ia pada dasarnya, bukan alat social semata untuk mengalihkan cara hidup secara menyeluruh kepada setiap generasi, akan tetapi ia juga menjadi agen (lembaga) yang melayani hati nurani masyarakat dalam perjuangan mencapai hari depan lebih baik (Van Cleve Morris, Becamingan Education, p.57 dalam buku Filsafat Pendidikan Islam, Prof HM. Arifin, Med, p. 3)


Kamis, 01 Desember 2016

Contoh 5 Visi dan Analisisnya

VISI ANTAM 2020:
“Menjadi Korporasi Global Berbasis Pertambangan dengan Pertumbuhan Sehat dan Standar Kelas Dunia”

ANALISIS:
Visi tersebut realistis, sederhana dan jelas karena dengan Sumber daya yang dimiliki PT Antam Tbk. mendukung tercapainya tujuan tersebut. Bukan tidak mungkin antam menjadi perusahaan global, mengingat bahan tambang memiliki prospek yang cukup baik apalagi kebutuhan batubara yang menjadi salah satu bahan tambang unggulan PT Antam ini terus mengalami peningkatan permintaan setiap tahunnya. Tingginya permintaan dari pasar dunia membuat visi antam menjadi perusahaan uang mengglobal realistis dan dapat dicapai.
Visi tersebut dapat memberikan tantangan bagi PT Antam Tbk. yaitu untuk menjadi perusahaan pertambangan dengan pertumbuhan sehat dan standar kelas dunia. Antam berusaha memperluas pasar dan meningkatkan kinerja perusahaan sehingga antam bisa menjadi perusahaan yang mengglobal.
Visi tersebut mencerminkan tujuan dari PT. Antam Tbk. untuk menjadi perusaahaan global. Dilihat dari karakteristik visi yang efektif visi PT Antam dapat dibayangkan (imagible) dimana gambaran sebagai perusahaan global dengan berbasiskan pertambangan cukup jelas dipaparkan, kemudian visi PT antam juga cukup menarik (desirable) dimana visinya menyebutkan menjadi perusahaan global dengan tetap memperhatikan pertumbuhan yang sehat hal ini dimaksudkan PT Antam dalam tujuannya menjadi koorporasi global tetap memperhatikan pertumbuhan praktik bisnisnya yang tentunya melihat dari tingkat pendapatan yang diperoleh perusahaan tersebut.
Visi tercebut menuntut adanya realisasi pada tahun 2020 sehingga perlu adanya usaha dan komitmen kuat untuk bisa mencapainya mulai dari sekarang. Visi PT. Antam Tbk. dijadikan pedoman bagi perusahaan sehingga dalam kegiatan usahanya terarah menuju realisasi visi Antam 2020.
Visi tersebut merupakan tujuan perusahaan yang ingin dicapai dan dapat menjadi dasar penyusunan strategi yang tepat untuk mencapainya. Untuk mencapai visi tersebut maka diperlukan langkah-langkah nyata yaitu dengan menyusun misi yaitu menerapkan praktek kinerja terbaik berkelas dunia, menciptakan efisiensi biaya operasional dan pemanfaatan teknologi secara tepat guna dengan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja, kemudian mengolah sumber daya semaksimal mungkin, meningkatkan kesejahtraan karyawan dan partisipasi aktif terhadap lingkungan sekitar, misi tersebut menjadi acuan dalam melaksanakan praktik bisnis PT Antam untuk mencapai visinya.
Visi dari PT Antam Tbk. digunakan sebagai penyatuan tujuan, arah dan sasaran perusahaan sehingga perusahaan memiliki tujuan yang jelas dalam menjalankan praktik bisnisnya, kemudian sebagai dasar untuk pemanfaatan dan alokasi sumberdaya yang tepat serta pengendalian sumberdaya yang dimiliki perusahaan, dan visi perusahaan juga bertujuan sebagai pembentuk dan pembangun budaya perusahaan.


VISI DIREKTORAT JENDERAL PAJAK:
“Menjadi Institusi Pemerintah Penghimpun Pajak Negara yang Terbaik di Wilayah Asia Tenggara”

ANALISIS:
Melalui visi yang ditetapkan, DJP dengan jelas mengatakan bahwa DJP akan menjadi institusi pemerintah penghimpun pajak negara yang terbaik di wilayah Asia Tenggara. Pernyataan visi ini sudah pasti akan meningkatkan harapan, aspirasi dan kinerja semua pegawai di DJP. Visi DJP melukiskan suatu gambaran yang merefleksikan visi organisasi yaitu terbaik di Asia Tenggara. Akan tetapi spesifik terbaik dalam menggambarkan terbaik dalam hal apa. Arah strategis ke masa depan yakni terbaik di Asia Tenggara. Cukup spesifik dalam cakupan wilayahnya yaitu Asia Tenggara. Akan tetapi terbaik disini kurang jelas dalam hal apa.  Bukan pernyataan sekali seumur hidup, visi ini mulai berlaku tahun 2013 dan dapat dirubah menyesuaikan perkembangan institusi dan lingkungan dunia internasional. Visi DJP ini tidak memuat hal-hal yang mustahil. Akan tetapi bila yang dimaksud terbaik dalam hal kepatuhan wajib pajak, dalam waktu dekat tidak dapat dicapai. Melayani kepentingan jangka panjang pemangku kepentingan. Visi DJP ini sangat sederhana dan mudah diingat, yang dapat dijelaskan dalam 5-10 menit.
Visi DJP ini baru mengandung 5 dari 6 elemen, yaitu: Jelas, Menantang, Gambaran, Masa depan, Dapat dicapai, Harus dicapai. Kriteria “dapat dicapai” menurut saya tidak terpenuhi. Bukan bermaksud pesimis, akan tetapi melihat realita yang ada saat ini DJP tidak akan dapat mencapai visi itu dalam waktu dekat. Hal ini karena meskipun ruang lingkupnya masih regional Asia Tenggara, negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia adalah negara yang perpajakannya jauh lebih maju dibanding Indonesia. Institusi perpajakan Malaysia bekerja sangat efektif dalam “memburu pajak” dan penegakan hukum hingga tingkat kepatuhan pajaknya mencapai 80%, sedangkan Indonesia tingkat kepatuhan baru 30%. Selain itu, frasa “terbaik” disini maknanya terlalu luas untuk diartikan. Apakah terbaik dalam bidang pencapaian target, penggalian potensi, birokrasi, institusi yang bersih, atau terbaik dalam segala hal? Visi ini perlu diperjelas lagi. Oleh karena itu, visi untuk menjadi institusi penghimpun pajak terbaik di Asia Tenggara perlu ditinjau ulang karena bila dilihat dari tingkat kepatuhan wajib pajak yang masih jauh dibawah Malaysia dan Singapura.


VISI KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM:
“Tersedianya Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman yang Andal untuk Mendukung Indonesia Sejahtera 2025”

ANALISIS :
Visi tersebut merupakan sebuah gambaran yang akan diwujudkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun 2025, dimana infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang terbangun telah memenuhi kualifikasi teknis sesuai perkembangan dan kemajuan teknologi serta beroperasi secara optimal seiring dengan tuntutan kualitas kehidupan masyarakat. Makna dari infrastruktur bidang pekerjaan umum dan permukiman yang andal merupakan perwujudan dari tingkat ketersediaan dan pelayanan bidang pekerjaan umum dan permukiman yang penjabarannya meliputi:
Infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman: Sarana dan prasarana sumber daya air; pelayanan jalan; pelayanan air minum; pelayanan sarana prasarana sanitasi; bangunan gedung; semua infratrukstur berbasis penataan ruang; jasa konstruksi nasional.
Andal: Kondisi dan fungsi sarana dan prasarana sumber daya air yang dapat memberikan pelayanan yang mendukung terwujudnya kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan; pelayanan jalan yang memenuhi standar pelayanan minimum yang mencakup aspek aksesibilitas (kemudahan pencapaian), mobilitas, kondisi jalan, keselamatan dan kecepatan tempuh rata-rata; pelayanan air minum yang memenuhi syarat kualitas, kuantitas, dan kontinuitas yaitu penyediaan air minum yang memenuhi standar baku mutu dan kesehatan manusia dan dalam jumlah yang memadai serta jaminan pengaliran 24 (dua puluh empat) jam per hari; pelayanan prasarana dan sarana sanitasi yang terpadu dan menggunakan metode yang ramah lingkungan serta sesuai standar teknis; bangunan gedung yang memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan; penyusunan program dan pelaksanaan pembangunan semua infrastruktur PU dan permukiman yang andal tersebut berbasis penataan ruang; yang berdaya saing dan mampu menyelenggarakan pekerjaan konstruksi yang lebih efektif dan efisien.
Indonesia Sejahtera: Cakupan pelayanan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang semakin luas, merata dan berkeadilan, sehingga tercipta kehidupan yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan.
Dapat disimpulkan bahwa dari pernyataan visi diatas hanya menjelaskan produk. Makna dari visi tidak dapat diketahui secara sempurna jika tidak melihat paparan dalam dokumen rencana strategis. Dengan adanya batas waktu di dalam pernyataan visi maka akan secara langsung mengakui bahwa visi tersebut tidak bertahan lama. Visi juga cenderung tidak optimis dan tidak ada rasa kebanggaan diri didalamnya.


VISI SMAN 16 PALEMBANG:
“Terwujudnya Lulusan yang Berprestasi, Berbudaya, Beriman, dan Bertaqwa”

ANALISIS:
Visi tersebut mencerminkan profil sekolah dan cita-cita sekolah yang tergambar pada uraian berikut :
a)      Berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi kekinian
b)      Sesuai dengan norma dan harapan masyarakat
c)      Ingin mencapai keunggulan
d)     Mendorong semangat dan komitmen seluruh warga sekolah
e)      Mendorong adanya perubahan yang lebih baik
f)       Mendorong warga sekolah yang religius
Dari data yang didapat mengenai visi SMAN 16 Palembang hendaknya memberikan penegasan terhadap jangka waktu untuk pencapaian kondisi yang diinginkan.


VISI STIKes PRIMA NUSANTARA 2015:
”Menjadi Institusi yang Terkemuka dalam Penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi di Bidang Kesehatan, Guna Menghasilkan Lulusan yang Berkualitas, Kompeten dan Bertaqwa Serta Mampu Bersaing di Pasar Regional maupun Nasional”

ANALISIS:
Yang dimaksud dengan lulusan berkualitas adalah lulusan yang “bernilai” di masyarakat. Kompeten maksudnya setip lulusan memiliki hard skill dan soft skill sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki.

Visi UNTIRTA dan Analisisnya

Visi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa: 
Terwujudnya universitas terbaik yang memiliki kemandirian, kreativitas, inovasi, unggul, dan kompetitif dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam rangka pengabdian kepada masyarakat.
Visi Operasional Rektor Untirta Periode 2015/2019
Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Periode 2015-2019 dalam menjalankan fungsi dan misi Tri Dharma Perguruan Tinggi mengacu kepada Visi Operasional yang terdiri dari:
Visi
:
Terwujudnya Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Maju, Bermutu, Berkarakter dan Berdaya Saing dalam Kebersamaan Tahun 2025.
Motto
:
Kerja keras dan cerdas yang dilandasi keiklasan bernilai ibadah.
Prinsip
:
Prestasi, komitmen, kebersamaan dan tanggung jawab.
Filosofi
Nilai
:
:
Memberikan layanan yang terbaik, amanah, dan professional.
Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, dan Akuntabel (JAWARA).
Berdasarkan visi tersebut di atas dapat dianalisis dengan penjelasan sebagai berikut :
Maju :
Mengandung pengertian terwujudnya kondisi Untirta yang mengalami pertumbuhan, peningkatan dan perubahan secara berkelanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, daya dukung sumber daya dan manajemen serta kerjasama kemitraan.
Bermutu :
Mengandung pengertian tercapainya kualitas layanan yang memberikan kepuasan kepada pelanggan, lulusan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang menguasai IPTEK (hard skill) dan mampu berkolaborasi dan membangun jejaring (networking) dan berkomunkasi atau soft skill menuju kemajuan bangsa, peradaban dan kesejahteraan umat manusia.
Berdayasaing :
Mengandung pengertian terwujudnya suatu dorongan pada diri pendidik (dosen, tenaga kependidikan dan lulusan untuk memenangkan suatu persaingan (kompetisi), lebih berprestasi, memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif, berupaya lebih baik dari yang lain, tahan menghadapi berbagai kondisi, hambatan dan tantangan serta mampu beradaptasi dengan lingkungan.
Berkarakter :
Mengandung arti tercapainya tenaga pendidik dan kependidikan serta lulusan universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang menguasai Iptek dengan menjunjung tinggi Kejujuran, Amanah, Berwibawa, Adil, Religius dan Akuntabel (JAWARA).
Kebersamaan :
Dalam mewujudkan misi Untirta perlu terbangun komunikasi kerja di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa lebih mengutamakan semangat gotong royong, kolegial, saling pengertian, saling menghargai dan saling menghormati, sebagai sebuah tim kerja yang menjunjung tinggi solidaritas dan soliditas. Hal ini meniscayakan seluruh komponen Untirta mulai dari level teratas sampai dengan level terbawah bersama-sama berkomitmen memberikan karya terbaiknya demi mewujudkan pelayanan terbaik dan prima kepada pemangku kepentingan.